Makam Raja – KOTAGEDE

Pada abad ke-8, wilayah Mataram (sekarang disebut Jogjakarta) merupakan pusat Kerajaan Mataram Hindu yang menguasai seluruh Pulau Jawa. Kerajaan ini memiliki kemakmuran dan peradaban yang tinggi. Namun pada abad ke-10, karena sesuatu hal kerajaan tersebut memindahkan pusat pemerintahannya ke wilayah Jawa Timur. Rakyatnya meninggalkan Mataram dan lambat laun wilayah ini kembali menjadi hutan lebat.

Seiring perjalanan sejarah kerajaan di jawa dan masuknya pengaruh islam ke Pulau Jawa, pada abad ke-14 Mataram islam berdiri di Kota gede.kompleks makam para pendiri kerajaan Mataram Islam dibangun dengan dikelilingi tembok yang tinggi dan kokoh. Gapura ke kompleks makam ini memiliki ciri arsitektur Hindu. Setiap gapura memiliki pintu kayu yang tebal dan dihiasi ukiran yang indah. Beberapa abdi dalem berbusana adat Jawa menjaga kompleks ini 24 jam sehari.

Kita akan melewati 3 gapura sebelum sampai ke gapura terakhir yang menuju bangunan makam. Untuk masuk ke dalam makam, kita harus mengenakan busana adat Jawa (bisa disewa di sana). Pengunjung hanya diperbolehkan masuk ke dalam makam pada Hari Minggu, Senin, Kamis, dan Jumat pukul 08.00 – 16.00.

Untuk menjaga kehormatan para pendiri Kerajaan Mataram yang dimakamkan di sini, pengunjung dilarang memotret / membawa kamera dan mengenakan perhiasan emas di dalam bangunan makam. Tokoh-tokoh penting yang dimakamkan di sini meliputi para pendiri Mataram islam : Sultan Hadiwiijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati, dan para kerabat kerajaan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *