JIHW & Weaving For Life

Hampir semua daerah di Indonesia (kurang lebih 29 propinsi) memiliki tenun sebagai kain tradisional. Weaving for Life adalah sebuah gerakan bersama untuk mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat melalui kerja kolaborasi multipihak dalam hal pelestarian dan pengembangan kain tradisional tenun. Keberlangsungan hidup ini meliputi peningkatan ekonomi, pendidikan, dan pengetahuan.

Weaving for Life pertama kalinya di cetuskan di Jogjakarta selanjutnya dilakukan di Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT. Program ini merupakan kolaborasi kerja Tafean Pah, Lawe, Lurik Kurnia, dan Terasmitra. Program ini mendukung hasil karya tenun anak-anak di dua desa di Timor Tengah Utara. Beberapa tenun terbaik direplikasi dan dibuatkan turunannya. Hasil penjualan tenun dan turunan tenun digunakan untuk memberikan beasiwa bagi para penenun-penenun cilik.

Weaving for Life di Yogyakarta dilakukan di Desa Sumberarum, Dusun Sejatidesa. Di dusun tersebut, menenun setagen merupakan salah satu mata pencaharian wajib warganya selain bertani dan menambang pasir di Sungai Progo. Weaving for Life di Yogyakarta yang merupakan kolaborasi kerja Dreamdelion, Lawe, dan Terasmitra dengan dukungan dari GEF SGPbertujuan mengurangi aktivitas penambangan pasir melalui pengembangan tenun setagen. Untuk itu dibentuk koperasi yang beranggotakan masyarakat dusun, termasuk para penenunnya, yang akan mengembangkan Wisata Tenun Setagen di sana.

Bersama gerakan weaving for Live, kami menunggu kehadiran para sahabat di Prambanan 19 November pada The 8th JIHW 2016. Don’t miss it……………..

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *